Featured Posts

Home Refinance LoanHome Refinance Loan Our homes are our biggest assets. A fruit borne out of many years of hard work, earnings and dreams! But, are you still paying the same higher interest rates on the home loan...

Readmore

An image in a post Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec...

Readmore

Cash-Out Refinance For many, their homes are just not dwellings that protect them against rain, sun, and wind. But they are piggy banks, which can be used to raise some urgent money, even if...

Readmore

Selasa, 22 Januari 2013

3
CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT


CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT
 
 
 








NAMA : KIKI  SIMANJUNTAK
NPM : 39110503
KELAS : 3 DB 06

CRM (Customer Relationship Management)

Definisi
CRM adalah adalah suatu jenis  strategi perusahaan  yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan di mata para pelanggannya.CRM juga dapat didefinisikan sebagai  strategi atau pendekatan yang diterapkan suatu organisasi untuk mempelajari kebiasaan dan keperluan pelanggan sehingga suatu organisasi memiliki hubungan yang lebih dekat ke pelanggan.
Terdapat juga pengertian lain dari CRM, dimana CRM didefinisikan sebagai sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi.
Berdasarkan definisi tersebut terlihat bahwa CRM bukan hanya sebagai suatu teknologi yang diwujudkan dalam bentuk system informasi tetapi lebih tepatnya adalah suatu  strategi perusahaan yang diwujudkan dengan bantuan teknologi dengan penekanan hubungan terhadap pelanggan yang lebih baik.Hal ini senada dengan pernyataan Glen Petersen dalam bukunya “ROI: Building the CRM Business Case”,dimana ia mengatakan “istem CRM yang paling sukses ditemukan dalam organisasi yang menyesuaikan model bisnisnya untuk profitabilitas, bukan hanya merancang ulang sistem informasinya”

Sasaran dan Tujuan
Sasaran dari CRM adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan  pelanggan dan tujuan utama dari CRM adalah  menarik pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama ,mengurangi biaya pemasaran dan pelayanan pelanggan. Selain tujuan tersebut juga terdapat tujuan lain dari CRM seperti :
  • menyediakan barang dan jasa yang benar-benar dibutuhkan pelanggan
  • menyediakan pelayanan pelanggan yang lebih baik
  • penjualan barang yang lebih baik
Berdasarkan analisa terhadap tujuan dan sasaran dari CRM dapat dilihat disini bahwa hasil dari CRM adalah menejemen hubungan dengan pelanggan yang lebih baik yang meliputi :
  • jumlah pelanggan baru yang meningkat
  • jumlah pelanggan lama yang tetap
  • tercapainya pelayanan pelanggan yang lebih baik

Tipe dan Jenis
  • otomasi tenaga penjualan
merupakan bentuk crm yang menggunakan perangkat lunak untuk merampingkan semua tahap dari proses penjualan sehingga meminimalkan waktu yang diperlukan oleh perwakilan penjualan setiap tahap. Hal ini memungkinkan penjualan perwakilan untuk mengejar lebih banyak klien dalam jumlah waktu yang lebih singkat
  • pusat panggilan(call center)
  • Pemasaran
sistem pemasaran CRM membantu perusahaan mengidentifikasi dan menargetkan klien potensial dan menghasilkan lead yang berkualitas untuk tim penjualan. Kemampuan pemasaran kunci yang dimaksud dengan pelacakan dan pengukuran pemasaran dengan berbagai media, termasuk email, pencarian, media sosial, telepon dan surat langsung.
  • Analisis
aplikasi yang dibuat khusus untuk analisis dan intelijen bisnis memungkinakan memantau dan memahami tindakan klien dan preferensi, melalui peramalan penjualan, kualitas data, dan dashboard yang menampilkan grafis.
Tahapan-tahapan dalam CRM
Terdapat beberapa tahapan atau langkah dalam CRM, berikut ini adalah tahapan tahapan dalam CRM:
1.    Menentukan tujuan CRM suatu organisasi
2.    Meng-edukasi departemen yang terkait
3.    Mencari informasi pelanggan
4.    Mendesain data model
5.    Mempelajari dan memilih solusi CRM
6.    Menentukan autoritas dan jalur tanggung jawab
7.    Menjalankan pilot project
8.    Komunikasi langsung dengan pelanggan
9.    Melakukan survey terhadap kepuasan pelanggan
10.                       Mengumpulkan kembali umpan balik dari pelanggan
11.                       Menganalisa umpan balik dan mendokumentasikannya
12.                       Mengimplementasikan metode baru
Tahapan tahapan tersebut bisa dikatakan sebagai sekumpulan tugas yang saling berkaitan. Tugas tugas tersebut tentu saja memerlukan actor untuk menjalankannya dan dalam kaitan tersebut seluruh departemen menjadi actor khususnya bagi departemen yang berhubungan langsung dengan pelanggan seperti departemen pemasaran, pelayanan pelanggan ,dll
Apakah CRM termasuk kedalam proses bisnis atau fungsi
Proses bisnis adalah sekumpulan tugas yang dipicu oleh even tertentu dan menghasilkan hasil yang bisa teridentifikasi dan bisa dihitung  bagi penggunanya. Sedangkan fungsi adalah pekerjaan atau departemen yang memerlukan kemampuan tertentu. Tidak jarang fungsi ini dapat terjadi antar lintas departemen. Berdasarkan pengertian tersebut terlihat disini bahwa CRM mempunyai sekumpulan tugas dan dipicu oleh sebab tertentu, namun bila dilihat dari hasil yang diberikan oleh CRM tidak semuanya bisanya dihitung. Berapa banyak pelayanan yang lebih baik yang telah dilakukan merupakan suatu pertanyaan yang tidak bisa dijawab secara quantitatif.
Berdasarkan definisi sebelumnya tentang proses bisnis dan fungsi. Dapat dilihat bahwa proses bisnis tidak akan berjalan tanpa adanya penyebab, seperti contoh proses pemenuhan pesana tidak akan berjalan bila tidak ada pesanan barang. Namun fungsi akan tetap ada berjalan walaupun selama periode tertentu penyebabnya tidak ada, seperti contoh fungsi atau bagian akademik dalam universitas akan tetap ada dan berjalan walaupun dalam periode libur semester. Sama seperti halnya CRM  walaupun tidak ada pengaduan dari pelanggan, pusat panggilan akan tetap beroperasi setiap harinya.
Dengan dua alasan diatas terlihat jelas bahwa CRM merupakan suatu fungsi yang lintas departemen dan bukan merupakan proses bisnis.
Adapun beberapa pengertian CRM menurut para ahli, yaitu :

       Menurut  Kalakota dan Robinson : 2001, CRM sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi. Menurut Laudon dan Traver : 2002, CRM menyimpan informasi pelanggan dan menyimpan serta merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut.

      Menurut Kotler : 2003, CRM mendukung suatu perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time dan menjalin hubungan dengan tiap pelanggan melalui penggunaan informasi tentang pelanggan.

    Menurut VanWellis : 2004, CRM didefinisikan sebagai sebagai suatu rangkaian aktifitas sistematik yang terkelola sebagai usaha untuk semakin memahami, menarik perhatian, dan mempertahankan loyalitas pelanggan yang menguntungkan ( Most Profitable Customer ) demi mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat.

Kesimpulan :
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa :

Manajemen Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship Management “CRM” ) merupakan jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya, yang mana tujuannya untuk meningkatkan hubungan dengan tiap pelanggan demi mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat.

Komponen CRM
Komponen utama dari CRM adalah Otomasi Tenaga Penjualan ( Sales Force Automation “SFA” ), yang mana dapat membantu para Sales Representative untuk mengatur account dan Track Opportunities pelanggan, mengatur daftar kontak yang pelanggan miliki, mengatur jadwal kerja mereka, memberikan layanan training online yang dapat menjadi solusi untuk training jarak jauh, serta membangun dan mengawasi alur penjualan mereka, dan juga membantu mengoptimalkan penyampaian informasi dengan news sharing.

Menurut VanWellis CRM VinnoCRM ada tiga komponen CRM yaitu ( VinnoCRM, Team : 20112) :

1. Customer
adalah segala pihak yang pernah, akan dan sedang merasakan produk jasa dan layanan yang diberikan perusahaan, baik dalam proses melihat, membeli dan pemeliharaan. Perlu diingat bahwa tidak semua pelanggan merupakan pelanggan potensial. Dimana 80% keuntungan perusahaan diperoleh dari 20% pelanggan potensial.

2. Relationship
Dalam membangun Relationship ( Hubungan ) dengan pelanggan, perusahaan harus memahami mata rantai yang menghubungkan perusahaan dengan pelanggannya yaitu komunikasi dua arah. Tujuan dari hubungan dengan pelanggan adalah kepuasan jangka panjang yang melampaui transaksi individual. Arena hubungan mengimplikasikan loyalitas, emosi dan perasaan positif terhadap sesuatu atau seseorang.

3. Management
CRM harus berfokus pada pengelolaan dan peningkatan hubungan sejati dengan pelanggan dalam jangka panjang. CRM membantu perusahaan untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang nilai yang diperoleh dari mengembangkan hubungan yang solid dan kontribusi hubungan tersebut bagi pengembangan keunggulan kompetitif perusahaan.

Tahapan CRM

Ada tiga tahapan CRM menurut Kalakota dan Robinson : 2001, yaitu :

1. Mendapatkan pelanggan baru ( Acquire ), Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.
2. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada ( Enhance ), Perusahaan berusaha menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya ( Customer Service ). Penerapan cross selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan ( Reduce Cost ).
3. Mempertahankan pelanggan ( Retain ), merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.

Fungsi dalam CRM

Sebuah sistem CRM harus dapat menjalankan fungsi:

1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
2. Mengusung falsafah Customer Oriented ( Customer Centric ).
3. Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan.
4. Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan.
5. Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna.
6. Menangani keluhan / komplain pelanggan.
7. Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan.
8. Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari   pelanggan.


DAFTAR PUSTAKA



Senin, 14 Januari 2013

1
TARUTUNG KAMPUNGKU (tarutung hutaki)

   Tarutung merupakan pusat pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Utara,dimana Tarutung disamping menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara tetapi juga sebagai ibukota dari Kabupaten Tapanuli Utara.

Sungai sigeaon membelah tarutungDi tengah-tengah Kota Tarutung terdapat sebuah sungai sigeaon (Aek Sigeaon) yang membelah 2 kota Tarutung.Di tanggul (bronjong) sungai ini kita dapat menemukan kedai-kedai kecil yang menjajakan makanan yang beraneka ragam.Tempat ini juga sering dijadikan menjadi tempat nongkrong/berkumpul anak-anak muda tarutung.









Dari bronjong ini juga kita dapat menikmati pemandangan alam ke dolok siatas barita dan dolok martimbang,jika di dolok siatas barita kita akan melihat Salib Kasih maka di dolok martimbang kita akan melihat sebuah pemancar telivisi yaitu pemancar TVRI.Di Tarutung kita juga dapat menemui sebuah gedung kesenian (Sopo Partungkoan) bentuknya seperti rumah adat batak.






Sopo partungkoanSopo partungkoan ini diapit 2 gedung pemerintahaan,di kanan sopo partungkoan ini terdapat Gedung DPRD Taput dan di kiri Gedung Badan Kepegawaian.



Di depan Sopo partungkoan kita dapat menemukan sebuah sumur yang konon ceritanya di sumur inilah tempat pemandian Raja Sisingamangaraja XII.
Dan tidak jauh dari Sopo Partungkoan ini terdapat sebuah Pohon Durian (Tarutung) yang diyakini sebagai asal mula Rura Silindung berubah nama menjadi Tarutung.




 

Disaat memasuki area dari kota Tarutung,kita akan menjumpai sebuah tugu perjuangan 1945.Tugu ini menampilkan patung seorang ibu-ibu yang sedang membawa bakul dan membawa putranya serta seorang pejuang yang memegang bambu runcing dan ikat kepala merah putih.Di tugu ini juga terdapat beberapa ukir-ukiran yang menceritakan perjuangan masyarakat dalam memerangi penjajahan Belanda.



 Menyusuri kota Tarutung tidaklah ruwet dan capek,karena kita langsung berada di jl.Sisingamangaraja yang merupakan salah satu jalan besar yang ada di Tarutung.Di Jl.Sisingamangaraja ini kita dapat menemukan toko-toko buka,kantor pos tapanuli utara,studio-studio photo,dan tentunya gedung DPRD dan Gedung Kesenian (Sopo Partungkoan),sampai kita tiba di persimpangan 4 ditandai dengan Tugu Jam yang bermotif dengan rumah batak.


Tarutung mempunyai tempat2 pariwisata yang menurut saya sendiri sangat luarbiasa dan tiada dua nya diantaranya:


No. Nama Obyek Jenis wisata Lokasi
1 Panorama Alam Hutaginjang  Wisata alam Muara
2 Pantai Muara  Wisata alam Muara
3 Air Soda di Parbubu   Wisata alam Tarutung
4 Air Panas di Hutabarat Wisata alam Tarutung
5 Air Panas Saitnihuta    Wisata alam Tarutung
6 Air Panas Ugan          Wisata alam Tarutung
7 Air Panas Sipoholon   Wisata alam Sipoholon
8 Pacuan Kuda       Siborongborong Wisata alam Siborongborong
9 Sopo Partungkoan      Wisata Budaya Tarutung
10 Gua Natumandi Wisata Budaya/Sejarah Tarutung
11 Situs Hindu Hopong    Wisata Budaya/Sejarah Simangumban
12 Salib Kasih Siatas       Barita Wisata Rohani Siatas Barita
13 Makam Munson dan    Leman Wisata Rohani Adiankoting
14 Kantor Pusat HKBP   Wisata Rohani Pea Raja - Tarutung
15 Seminarium Sipoholon Wisata Rohani Saitnihuta Tarutung
16 Tugu Nommensen Wisata Rohani Saitnihuta-Tarutung
17 Onan Sitahurung Wisata Rohani Saitnihuta-Tarutung
18 Gereja Dame Wisata Rohani Saitnihuta-Tarutung
19 Makam Pendeta Johanes Wisata Rohani Pancur napitu - Tarutung
20 Makam Pendeta Johanes Siregar Wisata Rohani Muara 

























Sebenarnya menurut saya sendiri tuhan itu memberikan daerah yg begitu luar biasa dari segi wisatanya di tarutung,bagai mana tidak, banyak2 wisata yg luar biasa bahkan unik,sangat sangat unik,  Selain mempunyai salib kasih sebagai objek wisata,tarutung juga memiliki sebuah lokasi pemandian yang tiada duanya yaitu Air Soda atau lebih dikenal dengan Aek Rara yang terletak di desa Parbubu.dan pemandian air panas di Sipoholon.




Pemandian ini memang sangat asing,rasa airnya memang soda pekat yang bila kita menelan airnya akan terasa sakit di hidung dan pedih di mata.
Dengan hamparan sawah,alam yang sejuk,udara yang segar dan pemandangan yang sangat indah ke dolok siatas barita,kita juga dapat melihat salib kasih dari lokasi pemandian ini.k rara alias air sodaLokasi pemandian ini sangat banyak dikunjungi terutama di hari libur,baik itu masyarakat yang tinggal di daerah itu sendiri dan juga orang-orang yang sengaja datang untuk menikmati pemandian air soda dari daerah-daerah lain.Rasanya tidak akan klop datang ke tarutung kalau tidak mandi di aek rara maupun air soda ini.


 Seperti pemandian air soda,pemandian air panas Sipoholon dan Hutabarat juga mempunyai daya tarik yang istimewa.












jika anda berkunjung ke tarutung,selama di perjalanan anda akan melihat banyak penjual kacang di pinggir jalan,kacang tersebut adalah oleh-oleh kas dari tarutung yg namanya kacang "SIHOBUK"
Kacang garing sihobuk merupakan salah satu ciri khas dari kota tarutung yang dapat kita jadikan sebagai oleh-oleh.
kacang sihobuk ini di masak dengan cara di sangrai menggunakan pasir.


cara memasak ini sangat tradisional dan sangat alamiah,dengan cara memasak begini rasa khas kacang yg masih tidak akan hilang, 








bagai mana tidak luar biasanya kota tarutung ini dengan kekayaanya, dan menurut saya sendiri dengan hasil alam kekayaan dan keindahanya sudah layak lah kota tarutung itu menjadi suatu daerah yg maju lewat "PARIWISATA ALAM DAN BUDAYA"

Kamis, 10 Januari 2013

0
AKSARA BATAK

sebagai seorang yang lahir dari suku batak,saya bangga jadi orang batak,saya tidak malu karna saya di lahirkan dari darah batak.sebagai orang batak juga ada baikny kita tetap melestarikan adat,tradisi kita suku BATAK,agar nantinya tidak di ambil orang lain.


Senin, 07 Januari 2013

0
TUGAS 3 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

 

Ancaman-ancaman pada SIA.

    adapun ancama-ancaman yang di hadapi perusahaan ialah Bencana Alam dan politik (persaingan) seperti:
1. Kebakaran atau panas yang berlebihan
2. Banjir, gempa bumi
3. Badai angin, dan perang

Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :
1. Kegagalan hardware
2. Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan system operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.
3. Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.


Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :
1. Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia
2. Kesalahan tidak disengaja karen teledor
3. Kehilangan atau salah meletakkan
4. Kesalahan logika
5. System yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan


Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :
1. Sabotase
2. Penipuan komputer
3. Penggelapan
2. Aktivitas –aktivitas Pengendalian


Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Prosedur-prosedur pengendalian khusus yang digunakan dalam sistem pengendalian internal dan pengendalian manajemen mungkin dikelompokkan menggunakan empat kelompok pengendalian internal berikut ini:
1. Pengendalian untuk Pencegahan, Pengendalian untuk Pemeriksaan, dan Pengendalian Korektif
2. Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi
3. Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi
4. Pengendalian Input, proses, dan output


Komponen pertama dari model Pengendalian internal COSO adalah : lingkungan Pengendalian. Lingkungan Pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini :
1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
3. Struktur organisasional
4. Badan audit dewan komisaris
5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
6. Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia
7.Pengaruh-pengaruh eksternal


Komponen kedua dari model Pengendalian internal COSO adalah kegiatan-kegiatan Pengendalian. Secara umum, prosedur-prosedur Pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :
1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
2. Pemisahan tugas
3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai
5. Pemeriksaan independen atas kinerja


Pemisahan Tugas
• Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak.
• Seorang pegawai seharusnya tidak berada dalam posisi untuk melakukan penipuan dan menyembunyikan penipuan atau kesalaha yang tidak disengaja.
• Apabila dua dari ketiga fungsi tersebut merupakan tanggung jawab satu orang maka akan muncul masalah.
• Pemisahan tugas mencegah pegawai dari memalsukan catatan in order to conceal theft of assets entrusted to them.
• Prevent authorization of a fictitious or inaccurate transaction as a means of concealing asset thefts.
Pemisahan tugas mencegah pegawai memalsukan catatan untuk menutupi transaksi yang tidak diotorisasi secara layak. Segregation of duties prevents an employee from falsifying records to cover up an inaccurate or false transaction that was inappropriately authorized.


Desain dan penggunaan catatan yang memadai membantu untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh data transaksi yang berkaitan. Dokumen-dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus memiliki ruang untuk otorisasi.
Desain dan Penggunaan Dokumen serta Catatan yang Memadai. Prosedur-prosedur berikut ini menjaga aset pencurian, penggunaan tanpa otorisasi, dan vandalisme:
o Mensupervisi dan memisahkan tugas secara efektif
o Memelihara catatan aset, termasuk informasi, secara akurat
o Membatasi akses secara fisik ke aset
o Melindungi catatan dan dokumen
o Penjagaan Aset dan Pencatatan yang Memadai
   Apakah yang dapat digunakan untuk mengamankan aset?
o Mesin kas
o Lemari besi, kotak uang
o Kotak pengaman simpanan
o Area penyimpanan tahan api
o Mengendalikan lingkungan
o Pembatasan akses ke ruang komputer, file komputer, dan informasi


Pemeriksaan internal untuk memastikan bahwa seluruh transaksi diproses secara akurat adalah elemen Pengendalian lainnya yang penting. Berbagai jenis pemeriksaan independen adalah:
o Rekonsiliasi dua rangkaian catatan yang dipelihara secara terpisah
o Perbandingan jumlah aktual dengan yang dicatat
o Pembukuan berpasangan
o Jumlah total batch
   Terdapat lima jumlah total batch yang dipergunakan dalam system komputer, yaitu :
o Jumlah total keuangan.
o Jumlah total lain-lain adalah jumlah field yang biasanya tidak ditambahkan.
o Jumlah catatan adalah jumlah dokumen yang diproses.
o Jumlah baris adalah jumlah baris data yang dimasukkan.
o Uji kesesuaian baris dan kolom. Banyak lembar kerja yang memiliki jumlah total baris dan kolom. Uji ini akan membandingkan jumlah total dari setiap jumlah dalam baris, dengan jumlah total dari setiap jumlah dalam kolom, untuk memeriksa apakah jumlah mereka sama.
3. Penilaian Resiko
Komponen ketiga dari model Pengendalian internal COSO adalah Penilaian resiko.
Perusahaan menghadapi jenis-jenis ancaman berikut ini :
o strategis — melakukan hal yang salah
o Operasional ─ melakukan hal yang benar, tetapi dengan cara yang salah
o Keuangan — adanya kerugian sumber daya keuangan, pemborosan, pencurian atau pembuatan kewajiban yang tidak tepat
o informasi — menerima informasi yang salah atau tidak relevan, system yang tidak andal, dan laporan yang tidak benar atau menyesatkan
Perusahaan yang menerapkan system EDI harus mengidentifikasi ancaman-ancaman yang akan dihadapi oleh sistem tersebut, yaitu :
o Pemilihan teknologi yang tidak sesuai
o Akses sistem yang tidak diotorisasi
o Penyadapan transmisi data
o Hilangnya integritas data
o Transaksi yang tidak lengkap
o Kegagalan sistem
o System yang tidak kompatibel


Beberapa ancaman menunjukkan resiko yang lebih besar karena probabilitas kemunculannya lebih besar, misalnya :
• Perusahaan lebih mungkin menjadi korban penipuan komputer daripada serangan teroris
• Resiko dan penyingkapan harus diperhitungkan bersama-sama Perkiraan Biaya dan Manfaat
• Tidak ada sistem pengendalian internal yang dapat menyediakan perlindungan anti penipuan terhadap seluruh ancaman dalam pengendalian internal.
• Biaya atas sistem anti penipuan akan menjadi halangan.
• Salah satu cara untuk menghitung manfaat melibatkan perkiraan kerugian ( expected loss).
• Manfaat dari sebuah prosedur pengendalian internal adalah berbeda antara perkiraan kerugian dengan prosedur pengendalian dan tanpa perkiraan kerugian tersebut.
Perkiraan kerugian = resiko Ũ penyingkapan
4. informasi dan Komunikasi
Komponen keempat dari model pengendalian internal COSO adalah informasi dan komunikasi . Akuntan harus memahami berikut ini :
o Bagaimana transaksi diawali
o Bagaimana data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin atau data diubah dari dokumen sumber ke bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
o Bagaimana file komputer diakses dan diperbarui
o Bagaimana data diproses untuk mempersiapkan sebuahinformasi
o Bagaimana informasi dilaporkan
Hal-hal tersebut membuat sistem dapat melakukan jejak audit (audit trail). Jejak audit muncul ketika transaksi suatu perusahaan dapat dilacak di sepanjang system mulai dari asalnya sampai tujuan akhirnya pada laporan keuangan.
5. Pengawasan
Komponen kelima dari model pengendalian internal COSO adalah pengawasan. Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup :
a. Supervisi yang efektif
b. Pelaporan yang bertanggung jawab
c. Audit internal
KASUSBeberapa orang percaya bahwa pengendalian bisnis tidak memproduksi manfaat yang nyata, melainkan menciptakan kebencian dan hilangnya moral perusahaan.
PERTANYAAN : Diskusikan pendapat tersebut diatas ?
PEMBAHASAN : Menurut pendapat saya pada contoh kasus di atas pengendalian sistem harus di lakukan seluar biasa mungkin ,dikarenakan pada dasarnya setiap hal-hal yang mungkin terjadi,apalagi hal yg merugikan perusahaan tidak terjadi.Dan pada contoh kasus di atas sebaiknya  setiap perusahaan mempunyai manajemen pengolahan sofware yang baik dengan cara yang baik. jagan hanya bertumpu ke target yang di inginkan,akan tetapi memenec segala sesuatunya dengar benar sehingga tidak terjadi kerugian yg dapat di alami perusahaan